Liarnya Hati Ketika Diri Jauh dari Ketaatan kepada Allah

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اسْتَجِيبُواْ لِلّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُم لِمَا يُحْيِيكُمْ وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan. “(Q.S. Al-Anfal: 24)

Ayat ini terdiri dari dua perkara yang saling berhubungan. Perkara yang pertama adalah perintah sedangkan yang kedua adalah ancaman jika tidak melaksanakan perkara pertama. Disini terdapat konsep “balasan itu tergantung jenis amal”. Ketika kita tidak mau tunduk kepada Allah dan Rasulnya, Allah akan membuat hati kita tidak bisa kita tundukkan dan tidak mau kita tundukkan, seakan-akan terdapat sekat antara kita dengan hati kita. Saat kita tidak mau dikontrol oleh Allah, Allah buat hati kita tidak bisa kita kontrol. Hati kita liar. Balasan durhaka kepada Allah adalah didurhakai hati kita. Imam Ibnul Qayyim berkata, “Hati kita bisa berkhianat kepada kita sebagaimana kita berkhianat kepada Allah”.

Dari ‘Abdullah bin Hisyam radhiyallahu ‘anhu ia berkata, “Kami mengiringi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan beliau menggandeng tangan ‘Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu ‘anhu. Kemudian ‘Umar berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : ‘Wahai Rasulullah, sungguh engkau sangat aku cintai melebihi apa pun selain diriku.’ Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: ‘Tidak, demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, hingga aku sangat engkau cintai melebihi dirimu.’ Lalu ‘Umar berkata kepada beliau: ‘Sungguh sekaranglah saatnya, demi Allah, engkau sangat aku cintai melebihi diriku.’ Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Sekarang (engkau benar), wahai ‘Umar.’” [H.R. Bukhari]

Di awal Umar menyatakan bahwa ia mencintai Rasulullah melebihi apapun selain dirinya sendiri. Namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan bahwa hal itu belumlah cukup sampai Umar lebih mencintai Rasulullah dibanding dirinya sendiri. Hanya selang beberapa detik lalu Umar mengatakan, “Sungguh sekaranglah saatnya, demi Allah, engkau sangat aku cintai melebihi diriku”. Hadist ini menunjukkan betapa luar biasanya Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu. Banyak orang tidak mampu mengubah kecintaannya terhadap suatu hal sehingga ia mampu untuk lebih mencintai hal lain dalam waktu singkat, tapi Umar bisa melakukannya dalam hitungan detik. Mengapa hatinya begitu mudah beliau kendalikan? Karena beliau mau dikendalikan oleh Allah Subhanallu wa Ta’ala. Mengapa hati kita begitu beku, sulit diatur, bahkan durhaka, adalah karena kita durhaka kepada Allah. Allah bisa menghukum kita melalui organ tubuh kita sendiri. Jika Allah ingin menghancurkan kita, Allah tidak perlu menurunkan burung ababil. Kita terlalu kecil untuk diturunkan pasukan dari langit. Allah hanya perlu membuat hati kita berkhianat pada kita sehingga tidak ada kebahagiaan dalam hidup kita.

Imam Ahmad berkata bahwasanya ia mendengar ‘Abdullah bin ‘Amr, bahwasanya ia mendengar Rasulullah shallallhu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَا مِنْ قَلْبٍ إِلَّا وَهُوَ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ الرَّحْمَنِ رَبِّ الْعَالَمِينَ إِذَا شَاءَ أَنْ يُقِيمَهُ أَقَامَهُ وَإِذَا شَاءَ أَنْ يُزِيغَهُ أَزَاغَه

“Sesungguhnya hati manusia seluruhnya ada di antara dua jemari Allah seperti satu hati, Dia berbuat (mengatur) terhadapnya sesuai dengan kehendak-Nya”

Kemudian Rasulullah shallallhu ‘alaihi wasallam berdo’a,

اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

“Ya Allah, Dzat yang menguasai hati, arahkanlah hati kami untuk menaati-Mu”(H.R. Muslim).

Maka barangsiapa yang ingin mengendalikan hatinya, menghadirkan hatinya ketika shalat, mencintai segala yang dicintai Allah dan Rasul-Nya, maka hendaknya ia memperbaiki hubungannya dengan Allah.

 


Bandung, 3 Rabiul Akhir 1437 H
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s