Allah Ganti dengan yang Lebih Baik

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

إنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئًا لِلهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا بَدَّلَكَ اللهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ

Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.”[1]

Berkatalah Imam Ibnul Qayyim rahimahullah [2]:

فما حرم الله على عباده شيئا إلا عوضهم خيرا منه. كما حرم عليهم الاستقسام بالأزلام وعوضهم منه دعاء الاستخارة. وحرم عليهم الربا وعوضهم منه التجارة الرابحة. وحرم عليهم القمار وأعاضهم منه أكل المال بالمسابقة النافعة في الدين بالخيل والإبل والسهام. وحرم عليهم الحرير وأعاضهم منه أنواع الملابس الفاخرة من الصوف والكتان والقطن. وحرم عليهم الزنا واللواط وأعاضهم منهما بالنكاح والتسري بصنوف النساء الحسان. وحرم عليهم شرب المسكر وأعاضهم عنه بالأشربة اللذيذة النافعة للروح والبدن. وحرم عليهم سماع آلات اللهو من المعازف والمثاني وأعاضهم عنها بسماع القرآن والسبع المثاني. وحرم عليهم الخبائث من المطعومات وأعاضهم عنها بالمطاعم الطيبات

“Tidaklah Allah mengharamkan sesuatu atas hamba-Nya melainkan Dia akan menggantinya dengan yang lebih baik. Sebagaimana Allah mengharamkan atas mereka penetapan suatu pilihan dengan menggunakan anak panah (untuk mengundi nasib) dan menggantinya dengan doa istikharah. Allah mengharamkan atas mereka riba dan menggantinya dengan perdagangan yang menguntungkan. Allah mengharamkan atas mereka perjudian dan menggantinya dengan bolehnya memakan harta dari hasil perlombaan yang bermanfaat dalam urusan agama seperti pacuan kuda, pacuan unta, dan lomba memanah [3]. Allah mengharamkan sutra bagi laki-laki dan menggantinya dengan berbagai jenis pakaian selainnya dari bahan wol, linen, dan katun. Allah mengharamkan zina dan homoseks dan menggantinya dengan pernikahan dengan wanita yang baik. Allah mengharamkan  meminum minuman keras dan menggantinya dengan minuman-minuman lain yang lezat dan bermanfaat bagi ruh dan badan. Allah mengharamkan mendengarkan pelantunan alat musik dan menggantinya dengan pelantunan ayat-ayat Al-Qur’an. Allah mengharamkan makanan-makanan yang kotor dan menggantinya dengan makanan-makanan yang baik”.

Selesai ditulis di Bandung, 26 Rajab 1438 H atau bertepatan dengan 22 April 2017


[1] Diriwayatkan oleh Imam Ahmad (5: 363). Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilali berkata bahwa sanad hadits ini shahih. Adapun tidak disebutnya nama sahabat tetap tidak mencacati hadits tersebut karena seluruh sahabat itu adil
[2] Dalam Muqaddimah buku beliau, روضة المحبين و نزهة المشتاقين
[3] Berdasarkan hadits Abu Huraihah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ سَبَقَ إِلاَّ فِى نَصْلٍ أَوْ خُفٍّ أَوْ حَافِرٍ
Tidak ada taruhan dalam lomba kecuali dalam perlombaan memanah, pacuan unta, dan pacuan kuda.” (HR. Tirmidzi no. 1700, An Nasai no. 3585, Abu Daud no. 2574, Ibnu Majah no. 2878. Dinilai shahih oleh Syaikh Al Albani)

maraji’:
https://rumaysho.com/9596-meninggalkan-sesuatu-karena-allah.html
https://rumaysho.com/2126-taruhan-dan-judi-dalam-lomba.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s