Syarh Al-Manzhumah al-Baiquniyyah Bait 3 dan 4 (Hadits Shahih)

[Resume Majelis Kajian Hadits, Masjid Al-Jihad Unpad, Selasa, 20 September 2016] Oleh Ust. Yuana Ryan Tresna hafidzahullah HADITS SHAHIH أَوَّلُهَا الصَّحِيْحُ وَهْوَ مَا اتَّصَلْ ... إِسْنَادُهُ وَلَمْ يُشَذَّ أَوْ يُعَلْ “Yang pertama dari macam-macam itu adalah istilah shahih; ia adalah yang bersambung ... Sanadnya dan tidak syadz, serta tidak ada illah” Pertama adalah istilah shahih. … Continue reading Syarh Al-Manzhumah al-Baiquniyyah Bait 3 dan 4 (Hadits Shahih)

Syarh al-Manzhumah al-Baiquniyyah Bait 1 dan 2 (Muqaddimah)

[Resume Majelis Kajian Hadits, Masjid Al-Jihad Unpad, Selasa, 13 September 2016] Oleh Ust. Yuana Ryan Tresna hafidzahullah MUQADDIMAH Al Manzhumah Al Baiquniyyah adalah sebuah matan (nazham) ringkas dalam ilmu hadits, yang disusun oleh Syaikh Umar bin Muhammad bin Futuh Al Baiquniy al-Dimasyqy al-Syafi’I, dimana beliau hidup sebelum tahun 1080 H. Manzhumah ini terdiri dari 34 … Continue reading Syarh al-Manzhumah al-Baiquniyyah Bait 1 dan 2 (Muqaddimah)

Pembagian Ilmu Hadits

Secara garis besar, ilmu hadits dibagi menjadi dua jenis, yaitu ilmu hadits riwayah dan ilmu hadits dirayah. Ilmu Hadits Riwayah, adalah ilmu yang mengandung pembicaraan tentang penukilan sabda-sabda Nabi, perbuatan-perbuatan beliau, ha-hal yang beliau benarkan, atau sifat-sifat beliau sendiri; secara detail dan dapat dipertanggungjawabkan.Obyek pembahasannya adalah sabda Rasulullah, perbuatan beliau, ketetapan beliau, dan sifat-sifat beliau. … Continue reading Pembagian Ilmu Hadits

Ketika Saling Menginginkan Namun Belum Sanggup Menghalalkan

Sudah merupakan hal yang wajar jika seorang yang telah baligh mulai mengalami ketertarikan dengan lawan jenisnya. Ditambah dengan adanya berbagai interaksi dengan para mahasiswi di kampus, sesama aktivis dakwah, serta interaksi lain yang tidak bisa dihindari. Rasa kecenderungan terhadap lawan jenis sejatinya merupakan suatu fithrah yang Allah berikan kepada setiap hambanya. Yang dengannya ia bisa … Continue reading Ketika Saling Menginginkan Namun Belum Sanggup Menghalalkan

Kitab Shahih Fiqih: Perkembangan Sejarah Ilmu Fiqih (Bagian III)

Ilmu Fiqih Pada Zaman Tabi’in radhiallahu 'anhum Secara garis besar pendapat para Shahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Kemudian para Tabi’in radhiallahu 'anhum menimba ilmu dari mereka. Setiap orang mengambil ilmu sesuai kondisi dan situasi yang mudah dan memungkinkan bagi mereka. Para Tabi’in mulai menghafal hadits-hadits Rasul shallallahu ‘alaihi … Continue reading Kitab Shahih Fiqih: Perkembangan Sejarah Ilmu Fiqih (Bagian III)

Kitab Shahih Fiqih: Perkembangan Sejarah Ilmu Fiqih (Bagian II))

Beberapa Sebab dan bentuk Perbedaan Pendapat Diantara Shahabat Sebab-sebab dan bentuk-bentuk perbedaan pendapat tersebut diantaranya adalah: Pertama: Ketika salah seorang Shahabat mengetahui hukum suatu persoalan atau fatwa. Sementara Shahabat lain yang tidak mengetahuinya melakukan ijtihad dalam persoalan tersebut. Ada beberapa bentuk mengenai hal ini: Ijtihad Mereka Sesuai Dengan Hadits Contoh dalam riwayat: dari Ibnu Mas’ud bahwa beliau ditanya tentang hukum seorang wanita yang … Continue reading Kitab Shahih Fiqih: Perkembangan Sejarah Ilmu Fiqih (Bagian II))

Kitab Shahih Fiqih: Perkembangan Sejarah Ilmu Fiqih (Bagian 1)

Fiqih Pada Zaman Nabi Perlu diketahui bahwa pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ilmu fiqih belum ditulis dan pembahasannya dalam hal hukum pada saat itu berbeda dengan para ulama fiqih. Yang mana para fuqaha’ menjelaskan rukun-rukun, syarat-syarat dan adab beribadah dengan seluruh kemampuannya. Setiap pembahasannya berbeda dengan pembahasan yang lain. Dalil-dalilnyapun berbeda, memberikan gambaran bahasa menurut ketentuan mereka lalu … Continue reading Kitab Shahih Fiqih: Perkembangan Sejarah Ilmu Fiqih (Bagian 1)